Headlines News :

Cari Hotel di Solo

Wedangan

caragampang.com
Tampilkan postingan dengan label wonogiri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wonogiri. Tampilkan semua postingan

Bupati Wonogiri Canangkan Gerakan Gemar Membaca








WONOGIRI–Bupati Wonogiri, Danar Rahmanto, mencanangkan Gerakan Gemar Membaca di kabupaten setempat, Senin (29/10).
Sebelumnya, Bupati juga melepas konvoi Gerakan Gemar Membaca yang diikuti ratusan orang perwakilan dari Kantor Arsip dan Perputakaan Daerah (Arpusda) se-Provinsi Jawa Tengah.
Kepala Kantor Arpusda Wonogiri, Suradi, mengatakan konvoi diikuti puluhan pesepeda, rombongan pengelola perpustakaan desa, Wonogiri King Club (WKC), anggota trabas dan sejumlah mobil keliling perpustakaan se-Jateng.
“Kami harap kegiatan ini mampu mengajak masyarakat untuk gemar membaca. Sebab, minat baca masyarakat saat ini msh rendah,” katanya saat ditemui Solopos.com sebelum pelepasan konvoi.
Selain konvoi, ada pameran buku murah pada Senin-Minggu (29/10-4/11) di Komplek GOR Giri Mandala pukul 09.00 WIB-21.00 WIB. Pameran potensi dari 35 kabupaten/kota se-Jateng juga dihelat. 


Potensi Pertambangan Wonogiri Luar Biasa!

WONOGIRI–Potensi pertambangan di Kabupaten Wonogiri luar biasa! Kepala Dinas Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral (PESDM) Wonogiri, Arso Utoro, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pertambangan Dinas, Patrem Joko Priyono, saat ditemuiSolopos.com di ruang kerjanya, Senin (10/9/2012), menyebutkan potensi itulah yang diminati para investor.
Di antaranya berupa tambang logam emas, tembaga, seng, timbal dan mangan. Dari lima logam itu, potensi emas di Wonogiri diprediksi paling tinggi yakni mencapai 1,5 juta ton tersebar di empat kecamatan; Selogiri, Jatiroto, Karangtengah dan Tirtomoyo.
Eksplorasi emas saat ini dilakukan dua perusahaan besar, yakni PT Aneka Tambang yang menggarap 5.711 hektare areal di Jatiroto, Jatisrono dan Tirtomoyo; dan PT Alexis Perdana Minerals dengan areal 3.928 hektare di Selogiri, Wonogiri dan Wuryantoro.
“Selain itu masih ada tambang rakyat yang melibatkan sampai ratusan orang. Itu tersebar di Selogiri bisa menghasilkan 10 kg emas per tahun dan di Jatiroto 15 kg per tahun. Masih ada lagi di Hargosari, Tirtomoyo,” terang Patrem.
Sementara itu, dengan segera disahkannya rancangan peraturan daerah (raperda) mengenai pertambangan diyakini Patrem akan mendukung pengembangan usaha pertambanagan di Wonogiri. Pasalnya, raperda mengatur secara detail semua hal terkait usaha tersebut.
Soal eksplorasi misalnya, perusahaan memiliki pegangan batas waktu melakukan kegiatan. Untuk eksplorasi mineral logam diizinkan maksimal 8 tahun dengan luas areal maksimal 50.000 hektare. Sedangkan untuk operasi produksi (bukan eksplorasi, seperti SOLOPOS 10/9) diizinkan selama 20 tahun untuk luas lahan maksimal 25.000 hektare dan bisa diperpanjang dua kali.  SOURCE

MELON GAJAH MUNGKUR: Bibit Waluyo Promosikan Melon Gajah Mungkur

WONOGIRI—Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo mempromosikan buah melon jenis unggul areal persawahan  Desa Bale Panjang, Baturetno, Wonogiri, Selasa (4/9/2012).

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DispertanTPH) Wonogiri, Guruh Santoso, saat ditemui wartawan mengatakan petani Wonogiri yang tergabung dalam gabungan kelompok tani (Gapoktan) Gajah Mungkur sejak dua bulan terakhir mulai mengembangkan jenis melon Sunny Red atau warga memberi nama Melon Gajah Mungkur (MGM).

“Buah melon ini dagingnya tidak berwarna hijau tetapi kemerah-merahan,” ujarnya.
Guruh menambahkan, produksi MGM ini mulai diekspor ke Singapura  tujuh ton tiap pekan. Saat ini, kata dia,  lahan yang digunakan untuk pengolahan MGM  seluas 4,3 hektare.

“Ada empat kecamatan produksi MGM yaitu Kecamatan Batuwarno, Giriwoyo, Giritontro dan Eromoko,” ujarnya.
Lahan satu hektare, kata Guruh, mampu memanen MGM  sebanyak 32 ton, dengan masa tanam selama 72 hari sampai 80 hari.
“Harga  MGM untuk jenis kualitas super (A) Rp5.500/kg, sedangkan jenis kualitas unggul (B) Rp 5.000/kg,” ujarnya.

Seorang anggota petani Gajah Mungkur, Suparjo, warga Saradan, Baturetno mengaku mengalami kendala dalam pengembangan produksi MGM.
“Sedimentasi di dekat penanaman WGM berpengaruh pada suplai air ke lahan pertanian, sehingga kami terkendala pada alat  untuk pengerukan endapan tersebut,” ujarnya.
Bibit saat ditemui wartawan berjanji memberikan pinjaman alat berat untuk pengerukan endapan tersebut secepatnya.

“Pekan depan mungkin alat berat itu datang, silahkan nanti ketua gapoktan koordinasi dengan bagian pengairan ya,” ujarnya.
Panen MGM, kata Bibit, merupakan salah satu andalan hasil pertanian asli Jawa Tengah.
“Lahan dua hektare saja bisa memanen 18.000 batang, saya kira ini hasil yang luar  biasa,” ujarnya.
SOURCE

KEKERINGAN: Perum Jasa Tirta Usulkan Hujan Buatan di Gajah Mungkur


WONOGIRI–Kekeringan yang melanda wilayah Wonogiri tidak hanya terjadi di sumber air untuk konsumsi warga, tetapi juga sumber air untuk irigasi lahan pertanian. Volume air di Waduk Gajah Mungkur (WGM) juga semakin menurun karena tidak ada suplai air dari hulu. Untuk itu, Perum Jasa Tirta Wilayah Sungai Bengawan Solo mengusulkan hujan buatan.
Kepala Divisi Jasa Air dan Sumber Air (ASA) IV Perum Jasa Tirta (PJT) I Wilayah Sungai Bengawan Solo, Winarno Susiladi, mengatakan usulan hujan buatan itu muncul saat rapat koordinasi pada 31 Agustus. Rapat itu dihadiri pihak perum jasa tirta dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Saat ini, kami masih mencari data terkait usulan itu dan menunggu informasi dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika) terkait lamanya musim kemarau. Apabila musim kemarau diperkirakan hingga Oktober atau November, maka usulan itu akan direalisasikan,” katanya, Rabu (5/9/2012).
Ia menambahkan rencana hujan buatan itu untuk periode pengisian air ke WGM dalam rangka persiapan irigasi saat musim tanam (MT) I. Ia menyatakan, di tahun 2007 hal itu pernah direalisasikan karena kemarau panjang. Jika rencana itu benar-benar direalisaikan, lanjut dia, maka hujan buatan dilakukan di hulu yakni di wilayah Kecamatan Baturetno, Tirtomoyo dan Jatisrono.
Tapi, lanjut dia, selain menunggu informasi dari BMKG, juga diadakan kajian lain seperti arah angin, jenis awan yang ada saat itu dan dana yang dibutuhkan. Pasalnya, menurut Winarno, biaya yang diperlukan untuk rencana tersebut tidak sedikit, terutama untuk menyewa pesawat. “Biayanya bisa miliaran. Kalau bahan bakunya, sebenarnya tidak mahal. Hanya perlu Na Cl atau garam dapur,” imbuhnya.
Terkait ketinggian air waduk yang semakin turun, pada Rabu pukul 12.00 WIB berada di ketinggian 130,39 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sedangkan pukul 07.00 WIB, pada ketinggian 130,37 mdpl. Beberapa hari lalu, ketinggian air waduk masih 130,54 mdpl. Sedangkan batas bawah permukaan air yang dianjurkan yakni 129-130 mdpl.
Di sisi lain, wilayah Kecamatan Baturetno yang merupakan hulu sungai yang menuju waduk, telah mengering. Camat Baturetno, Teguh Setiyono, mengatakan keringnya sungai-sungai yang merupakan hulu waduk membuat petani berhenti menanam padi sementara waktu. Mereka memilih untuk menanam jagung yang tidak membutuhkan banyak air.
“Mayoritas warga membuat sumur pantek untuk mengairi lahan pertanian yang ditanami jagung. Sebenarnya, masih ada sedikit air di hulu sungai tersebut, tetapi tidak cukup untuk mengairi lahan pertanian,” katanya.

Gadis Dibawah Umur Jadi Korban Pencabulan




WONOGIRI- Kasus Pencabulan kembali terjadi di Kabupaten Wonogiri yakni di Kecamatan Jatisrono. Pelaku bernama Riko Eriyanto, 21, warga Desa Gondangsari, Kecamatan Jatisrono yang merupakan pacar korban berinisial RP, 14, warga Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Solo.
Riko mengaku telah dua kali berbuat cabul kepada korban. Pertama, di salah satu kawasan hutan di Mojosongo, Solo sebelum Ramadan. Kedua, sekitar sepekan sebelum Lebaran di rumahnya di Jatisrono, Wonogiri.
“Saat melakukan itu, tidak ada paksaan dan saya mau bertanggung jawab,” kata Riko saat dijumpai wartawan di Mapolres Wonogiri, Kamis (23/8).
Awalnya, ia mengenal korban saat bekerja sebagai buruh bangunan di Solo yang tidak jauh dari rumah korban. Korban kerap lewat di tempatnya bekerja dan kemudian saling kenal. Mereka pun saling bertukar nomor ponsel dan pacaran.
Pada kejadian pertama, korban mengirim pesan singkat kepada pelaku karena pergi ke suatu tempat. Pelaku kemudian mengajaknya ke kawasan hutan di Mojosongo, Solo. Sedangkan peristiwa kedua, korban mau menyusul pelaku ke Jatisrono dan minta dijemput. Korban kemudian diajak ke rumah pelaku dan bermalam di rumah pelaku. “Saat itu, ia bilang sudah izin ke orang tuanya,” ujar Riko.
Keesokan harinya, korban diminta pulang setelah ditelepon salah satu keluarganya. Riko pun mengantar korban dan setelah sampai di Solo, ia baru tahu jika korban pergi tanpa pamit. Saat itu, Riko mengatakan mau bertanggung jawab dan akan menikahi korban. Tapi, setelah sepekan, pelaku tidak memberi kabar dan orang tua korban kemudian melaporkan pelaku ke polisi.
Kapolres Wonogiri, AKBP Ni Ketut Swastika, melalui Kasat Reskrim, AKP Sukirwanto, mengatakan pelaku ditangkap Rabu (22/8) siang di rumahnya. “Pelaku kami jerat pasal 81 dan 82 Undang-undang (UU) No 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan pidana penjara maksimal 15 tahun,” katanya, Kamis.

 

Berita Bisnis

Ayo Jajan.........Solo dan Sekitarnya

Serba Serbi


web counter
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Seputar Kota Solo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger