Headlines News :

Cari Hotel di Solo

Wedangan

caragampang.com
Tampilkan postingan dengan label Solo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Solo. Tampilkan semua postingan

KA PRAMEKS: Telat Lebih dari 1 Jam, Wildan Tersiksa…

 SOLO–Kejadian pada Senin (29/10/2012) pagi bisa jadi merupakan pengalaman paling tidak mengenakkan bagi Tuti, 28.  Ibu satu anak itu dibuat keteteran selama perjalanan menggunakan KA Prameks dari Stasiun Kutoarjo dengan tujuan Stasiun Balapan Solo.

Penyebabnya, tidak lain lambatnya laju Prameks. Selain itu KA Prameksbeberapa kali kehilangan tenaga sehingga berhenti tidak pada tempatnya. Kondisi itu ditambah padatnya penumpang membuat buah hati Tuti yakni Wildan yang baru berumur delapan bulan rewel.
Selama perjalanan Wildan selalu menunjukkan gelagat tidak nyaman. Bahkan beberapa kali Wildan menangis sehingga harus ditenangkan ibunya. Penderitaan Tuti dan Wildan berlangsung dari Kutoarjo hingga Stasiun Tugu. Di Tugu seluruh penumpang Prameks termasuk Tuti diminta pindah keMaguwo Ekspres tujuan Solo.
“Tapi kenyataannya Maguwo Ekspres juga penuh penumpang. Kasihan anak saya,” keluhnya kepada Solopos.com.


Sepenggal Kisah Dibalik Rencana Revitalisasi Pasar Klewer…

Malam semakin larut, udara dingin menyergap. Dalam kesunyian malam, Rahayu Utami, 41, tak bisa memejamkan mata. Bayang-bayang revitalisasi Pasar Klewer terus menggelayut dalam pelupuk matanya.
Penyakit susah tidur yang dialami Rahayu terjadi sekitar satu bulan ini. Ditambah,sakit maag yang dideritanya makin parah. Kini, Rahayu tak bisa berangkat berdagang di Pasar Klewer karena kondisi badannya ngedrop. Hari-hari Rahayu dilalui di rumahnya di Mangkuyudan, Purwosari, Laweyan, Solo. Berbagai macam obat menjadi konsumsi sehari-harinya.
“Saya sebelumnya menderita sakit maag, namun tak begitu parah. Saat maag kambuh langsung minum obat, besoknya bisa beraktivitas kembali. Kali ini beda, sejak mencuat rencana revitalisasi Pasar Klewer, sakit maag semakin parah. Sekarang asam lambung naik,” cerita Rahayu kepadaSolopos.com, Kamis (4/10/2012).
Penyakit asam lambung yang dialami Rahayu terjadi setelah rencana revitalisasi Pasar Klewer yang digulirkan Pemerintah Kota (Pemkot) terdengar santer. Tidak hanya itu, penyakit vertigo menjadi pelengkap atas derita yang dirasakan pedagang yang menempati kios di Blok B, Pasar Klewer.
“Saya kecewa dengan sikap Pemkot Solo. Mengapa pedagang tidak pernah diajak rembuk bareng. Mbok ya kalau pedagang diajak dialog terus ngomongin revitalisasi pasar secara baik-baik, kan enak. Enggak seperti ini tambah rumit,” terang Rahayu dengan nada terengah.
Kendati menghabiskan waktu di rumah, Rahayu tidak absen menyimak perkembangan revitalisasi melalui media massa. Selain itu, dia mendengar cerita suami dan kerabatnya yang turut berdagang di Pasar Klewer.  “Namanya pedagang kan penasaran dan ingin tahu perkembangan soal rencana revitalisasi. Tapi kok lama-lama pedagang tidak pernah dianggap, semakin ditinggalkan. Belum apa-apa sudah ada pengumuman analisis mengenai dampak lingkungan (amdal),” jelasnya.
Keresahan soal revitalisasi juga diutarakan Muflihatin, 54. Pedagang yang berjualan di Blok D ini mengaku mengalami stres. “Saya sempat enggak doyan makan. Tidurnya sulit, akibatnya berat badan turun,” tuturnya.
Pemkot Solo hingga kini terus berupaya melanjutkan revitalisasi Pasar Klewer. Sampai saat ini, langkah Pemkot yakni menempel pamflet tentang pengumuman amdal. Langkah Pemkot dianggap sebagian pedagang sangat meresahkan. Alasannya, pembahasan studi kelayakan atau feasibility study (FS) belum sepenuhnya menemukan titik terang alias buntu.
Muhammad Khamdi/JIBI/SOLOPOS  

KONFLIK PASAR KLEWER: HPPK Merasa Terluka Terkait Proses Amdal

  SOLO – Sejumlah pedagang yang tergabung dalam Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) merasa diciderai atas penerbitan analisis dampak linkungan (Amdal) Pasar Klewer dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Sebab, pengumuman penerbitan amdal dianggap tidak diketahui oleh semua pedagang.
“Kami mengritisi pengumuman amdal kemarin. Penerbitan itu jelas tidak sesuai prosedur, terkesan terburu-buru. Coba tanyakan kepada pedagang, apakah mereka tahu tentang pengumuman amdal?,” jelas pejabat Humas HPPK, Kusbani, kepada Solopos.com, Senin (15/10/2012). Selain mempermasalahkan soal pengumuman amdal, HPPK memertanyakan kelanjutan pembahasan studi kelayakan atau feasibility study (FS) dan detail engineering design (DED) Pasar Klewer yang sampai saat ini dianggap belum selesai. “Kami dari awal berpedoman pembahasan FS dan DED harus clear dulu. Karena ini saling keterkaitan. Jangan melangkah sesuatu yang belum jelas,” tegas Kusbani.
Dia juga mengkritisi pemaparan dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Solo yang mengklaim pengumuman amdal dilakukan melalui website. Padahal, kata Kusbani, tidak semua pedagang paham akan media online. “Ini jelas tidak fair. Apalagi pengumuman melalui media nasional belum dilakukan,” terang Kusbani.
Dengan kondisi tersebut, pihaknya beserta pedagang lain dalam waktu dekat akan menghadap Walikota Solo untuk meminta kejelasan soal rencana revitalisasi Pasar Klewer. “Untuk waktunya kami masih menunggu. Soalnya sekarang walikota lagi sibuk mengenai birokrasi,” paparnya.
Sementara itu, Humas Komunitas Pedagang Pasar Klewer (KPPK), Solahudin, menganggap pengumuman amdal tidak perlu dipublikasikan kepada khalayak umum. “Langkah Pemkot sudah tepat. Lagi pula pengumuman sudah ditempel di Pasar Klewer. Masalah berapa hari masa penempelan spanduk pengumuman amdal, tidak perlu dipersoalkan,” kata Solahudin.

Jokowi Siapkan Rp1,2 Triliun Buat Bangun Stadion Persija


Suporter Persija saat menyaksikan timnya berlaga di Stadion Manahan Solo, 6 Mei lalu.(JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto)
SOLO-Gubernur DKI terpilih versiQuick Count, Joko Widodo, bakal menyiapkan dana senilai Rp1,2 triliun guna pembangunan stadion di Ibu Kota dalam waktu dekat. Rencana pembangunan stadion itu sepertinya terkait dengan janji yang pernah dilontarkan Jokowi kepada ribuan The Jak Mania di Stadion Manahan, Rabu (2/5) lalu.
Awal Mei itu, Persija Jakarta terpaksa menjalani partai kandang melawan Persela Lamongan di lanjutan ISL di Kota Bengawan. Pasalnya, Panpel Persija belum mengantongi izin dari kepolisian hingga kick off pertandingan lantaran faktor keamanan di Jakarta dinilai tidak menentu.
Saat laga memasuki turun minum, Jokowi yang memakai pakaian khas, kotak-kotak langsung menyapa ribuan The Jak di tribun utara. Saat berbincang dengan The Jak, suporter fanatik Persija itu meminta dibangunkan stadion di Jakarta seandainya terpilih sebagai gubernur. Tak perlu waktu lama, Jokowi yang masih menjabat Walikota Solo itu menyetujui keinginan The Jak.
Guna membangun stadion yang layak, Jokowi membutuhkan anggaran kurang lebih Rp1 triliun (diambil dari APBD Jakarta). Mengenai lokasinya, ribuan The Jak saat itu memberi masukan di daerah Jakarta Utara (Jakut).
“Soal stadion sudah saya pikirkan. Anggarannya sekitar Rp1,2 triliun. Dengan dana seperti itu, saya pikir sudah terbangun stadion internasional yang layak dan mewah [memiliki resapan air yang bagus]. Masak, tim di Kota Jakarta tidak memiliki fasilitas stadion yang memadai,” katanya saat ditemui wartawan di Loji Gandrung Solo, Minggu (23/9).
Disingung tentang lokasi dan kapasitas stadion, Jokowi enggan menjelaskan secara detail. Kendati seperti itu, dirinya sudah menyiapkan lahan khusus untuk pembangunan stadion.
“Sudah ada, tapi belum dapat saya sebutkan di sini soal tempatnya. Yang jelas, di stadion itu juga akan dipikirkan ruangan terbuka hijau” katanya.

REVITALISASI KLEWER: JOKOWI: MASIH FS SAJA KOK RIBUT


SOLO--Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi), menyayangkan sikap pedagang yang larut dalam polemik feasibility study (FS) atau studi kelayakan Pasar Klewer. Menurutnya, FS justru menjadi ladang yang ideal untuk saling tukar pemikiran.
“Justru saat pembuatan FS itu berikan saran, masukan. Masih FS kok ribut,” ujarnya di sela-sela meninjau proyek citywalk Jl Mayor Kusmanto, Selasa (18/9/2012).
Pihaknya meminta pedagang bersikap sewajarnya dalam menyikapi rencana revitalisasi Klewer. Jokowi mendorong pedagang terus memberi masukan agar FS menjadi semakin komprehensif.
“Mumpung masih FS, berikan masukan sebanyak-banyaknya. Kalau FS sudah rampung, baru nanti dibikin kebijakan. Jangan hanya bilang FS lemah-lemeh,” tuturnya.
Lebih lanjut, Jokowi menilai pedagang tak perlu repot-repot menolak FS. Pasalnya sebelum FS disetujui semua pihak, kebijakan revitalisasi tak akan dilakukan.
“Rampungkan dulu FS-nya, baru nanti bicara sama saya. Jangan hanya tolak-tolek,” pungkasnya.


REHAB MASJID AGUNG: BP3 Rekomendasi Atap Masjid Dirombak Total


SOLO–Tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) (sebelumnya dikenal BP3) Jawa Tengah menyimpulkan kerusakan pada atap serambi Masjid Agung Solo mencapai 100 persen. Oleh sebab itu, atap serambi Masjid Agung Solo bakal dirombak total oleh pekerja dibantu tim ahli pemugaran benda cagar budaya.
Berdasarkan pantauan, tim dari BPCB didampingi panitia kelompok kerja dan pengurus Masjid Agung mengecek lokasi pembenahan dan perombakan pada atap kuncung yang berada di sisi depan. Selain itu, tim turut ditunjukkan temuan paku mirip emas yang menancap pada saka guru (SG No 12).
Proses revitalisasi masjid turut melibatkan ahli konservasi, Suhardi, tenaga teknis terampil, Suwardi dan ahli kayu, Teguh.
“Sebenarnya ada dua paku dengan warna kuning keemasan yang menancap pada saka guru. Tapi satu buah dengan warna yang sama telah dicabut petugas renovasi tahun 1985-an. Hla ini sisanya belum dicabut dan ditemukan oleh pekerja,” jelas Kepala Kelompok Kerja (Kapokja) Pemugaran dari BPCB Jawa Tengah, Sudarno, saat ditemui wartawan, disela-sela pengecekan, Selasa (18/9/2012).
Kendati atap masjid perlu dirombak total, menurut Sudarno, namun pengerjaan harus mengedepankan prinsip kehati-hatian. Atap serambi masjid yang sebelumnya menggunakan sirap dari kayu ulin akan diganti dengan sirap metal roof.
“Semua bahan baku yang diganti harus dipertanggung jawabkan. Kami selalu memantau setiap kali pengerjaan dalam proses pembenahan Masjid Agung ini. Petugas yang dilibatkan selalu melakukan pendampingan dan pengawasan terus menerus,” papar Sudarno.
Sudarno menjelaskan secara keseluruhan belum bisa menyimpulkan prosentasi kerusakan pada bangunan masjid yang perlu direnovasi. Sebab, kata dia, diperlukan kecocokan data terkait nama bahan baku yang bakal dibenahi.
“Semisal saka ini perlu dibenahi, tim harus tahu namanya. Karena setiap saka punya nama berbeda. Penanganannya pun berbeda,” timpal ketua unit Candi Sewu BPCB Jateng, Siti Rohyani, di lokasi.
Lebih lanjut, Sudarno mengatakan proses revitalisasi Masjid Agung masih mengacu pada studi kelayakan pada era 1985-an. Pada tahun tersebut, kata dia, merupakan renovasi pertama sejak pembuatan masjid pada era Paku Buwono (PB) X (sekitar abad 18).
“Dalam setiap renovasi kami melakukan studi kelayakan. Nah, dalam revitalisasi tahun ini kami mengacu pada studi kelayakan versi lama. Tentu tak akan mengubah bentuk asli dari masjid. Kalau penambahan fasilitas memang ada, namun kami tidak berani bentuk masjid yang merupakan benda cagar budaya,” terang Sudarno.

RUSUNAWA KERKOV: Sumur Dalam Rusunawa Kerkov Belum Berizin


SOLO–Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Solo mencium ketidakberesan ihwal pembuatan sumur dalam di rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Kerkov, Purwodiningratan. Sumur sedalam 110 meter itu ternyata belum mengantongi izin pembuatan fasilitas air bersih dari BLH.
Menurut Kabid Penanggulangan Kerusakan Lingkungan dan Konservasi Sumber Daya Alam (PKL&KSDA) BLH, Luluk Nurhayati, secara prinsip perizinan mengenai penggunaan air tanah telah dilimpahkan ke BLH. Hingga sekarang, pihaknya mengaku belum menerima perizinan pembuatan sumur dalam di Rusunawa Kerkov.
”Kami malah belum tahu di sana ada sumur dalam. Mereka belum (mengajukan izin),” ujarnya saat ditemui wartawan di Balaikota, Rabu (12/9/2012).Menurut dia, pengelola rusunawa mutlak harus mengantongi izin BLH sebelum memanfaatkan air dalam tanah. Permohonan izin, imbuhnya, juga tak bisa dialihkan ke instansi pemegang otoritas sebelumnya, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng.
Untuk itu, pihaknya berencana mencari tahu ihwal pembangunan tersebut ke kontraktor proyek.
”Setahu saya, yang Rusunawa Jebres kemarin minta izin. Kok yang ini (Kerkov) tidak? Kalau ternyata sumur sudah dibuat, itu berarti sudah melanggar ketentuan,” tegasnya.
Luluk menyatakan, pembuatan sumur dalam akan dipandu BLH langsung bila sebelumnya melalui proses perizinan. Ia mengungkapkan, praktik-praktik kecurangan dalam operasionalisasi sumur dalam bisa ditangkal sejak dini jika ada koordinasi.
”Kan ada juga kontraktor yang nakal. Mereka melubangi pipa-pipa sehingga menyebabkan sumber sumur dangkal ikut tersedot. Ini yang biasanya menyebabkan sumur warga kekeringan,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya meyakini kasus kekeringan di Rejosari, Purwodiningratan, Jebres, kemarin tak ada hubungannya dengan Rusunawa Kerkov. Hal itu lantaran air sumur dalam di rusunawa belum dimanfaatkan. Luluk menduga kesulitan air bersih warga akibat sistem perkerasan jalan yang buruk. ”Air jadi terhalang meresap ke tanah. Solusinya, di sana bisa dibuat sumur resapan biopori dan penanaman pohon untuk menampung air. Selain itu, jalan beraspal bisa diganti rumput agar resapannya bagus,” katanya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Agus Djoko Witiarso mengaku pembuatan sumur dalam Kerkov tak seizin BLH. Menurut dia, telah ada kesepahaman antara pemerintah pusat dan daerah terkait pembangunan rusunawa berikut fasilitasnya. Pihaknya berharap BLH tak berlarut-larut mempermasalahkan lantaran sumur tersebut demi kepentingan sosial.
”Bolehlah kalau BLH mempermasalahkan hotel atau mal terkait pemanfaatan air tanahnya. Namun ini kan rusunawa yang peruntukannya bagi rakyat berpenghasilan rendah. Harus dibedakan mana yang berorientasi komersial dan nonkomersial,” tutupnya.   SOURCE

Atap Rumah Warga Rusak, Angkasa Pura I Bentuk Tim Peneliti


SOLO– PT Angkasa Pura I berencana membentuk tim dari berbagai unsur dan ahli untuk menelusuri penyebab pasti empasan yang diduga disebabkan gas buang pesawat dari Bandara Adisumarmo, sehingga mengakibatkan kerusakan pada atap rumah warga Dukuh Tegalan, Desa Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali. Hal itu dikemukakan Manajer Operasi dan Teknik PT Angkasa Pura I, Tri Joko Wahyuono, ketika ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Senin (10/9/2012).
Wahyu, sapaan akrabnya, menjelaskan tim tersebut antara lain terdiri atas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, TNI Angkatan Udara (AU), unsur Lalu lintas (Lalin) Penerbangan, Keselamatan dan Keamanan Bandara, Pelayanan Bandara, Teknik dan Umum, yang melibatkan ahli di bidang terkait.
“Akan kami bentuk tim untuk meneliti dan menelusuri penyebab pastinya [dugaan gas buang pesawat yang berdampak terhadap munculnya empasan yang mengakibatkan kerusakan atap rumah warga],” ujar Wahyu.
Wahyu menjelaskan tim tersebut akan diterjunkan untuk meneliti dan membuktikan apakah dugaan munculnya empasan itu benar-benar disebabkan oleh gas buang pesawat atau ada faktor lain yang memicunya.
“Sebab selama ini, jika mengacu pada jadwal harian penerbangan pesawat di Bandara sudah cukup jelas. Tercatat rata-rata ada 13 pesawat yang menggunakan jalur tersebut dengan 26 pergerakan. Nah untuk menelusuri itu, tim akan segera kami bentuk dan kami terjunkan,” katanya.
Lebih lanjut Wahyu mengatakan hasil penelitian tim nantinya akan disosialisasikan kepada masyarakat, dengan melibatkan jajaran Polsek Ngemplak, camat dan para perangkat desa.   SOURCE

Integrasi Wujudkan Mimpi Solo Bebas Macet


Pohon tua nan rimbun itu berdiri di tepian jalan yang padat kendaraan. Sederet kursi, taman air serta tiang lampu hiasan ditata mengitarinya. Paving-paving terpasang rapi dan bersih, membuat nyaman para pejalan kaki di sana. Sejumlah anak-anak pun tampak bermain dengan riang tanpa diliputi rasa waswas.
Jauh hari sebelumnya, tempat itu merupakan kawasan padat PKL yang kumuh. Banyak hunian warga dibangun dengan melanggar batas inland kadaster (ika). Sejak dimulai program penataan, kawasan Jl Kapten Mulyadi itu berubah. Bukan hanya keindahan visual yang disuguhkan, hak-hak para pejalan kaki juga dikembalikan.
“Dan Solo komitmen untuk terus memperbanyak jalur bagi pejalan kaki. Sehingga, perpindahan manusia tak harus dengan kendaraan,” kata Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Solo, Sri Baskoro, kepada Solopos.com, akhir pekan lalu.
Pembangunan kawasan padestrian—seperti di Jl Kapten Mulyadi di atas—hanyalah satu di antara sekian program Solo Move People Not Car, sebuah program untuk mengatasi keruwetan lalu lintas. Masyarakat diajak untuk hidup sehat dengan membiasakan berjalan kaki, naik sepeda kayuh, atau menaiki tranportasi massal ketika ingin berpindah dari satu jarak ke jarak lainnya.
“Itulah sebabnya, infrastruktur harus mulai dibenahi sejak sekarang,” tambahnya.
Sedikitnya ada 31 strategi yang disiapkan Pemkot Solo untuk mengurai kemacetan yang melanda Kota Solo, akhir-akhir ini. Program itu antara lain pembangunan underpass, fly over, penataan parkir luar kota dan penerapan parkir progresif, penataan trayek, Solo Car Free Day, pembangunan jalan lingkar, pengembangan sistem multimoda, peningkatan alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL), peningkatan jalur lambat, peningkatan tranportasi massal hingga mengeluarkan kebijakan melarang siswa SMP naik sepeda motor.
“Tahun depan, BST (Batik Solo Trans) dengan tujuh koridor sudah bisa dioperasikan. Saat ini, masih menunggu payung hukum pengoperasian BST,” ujar Kepala Dishubkominfo Solo, Yosca Herman Soedrajad.
Yosca optimistis dengan peningkatan kualitas tranportasi massal seperti BST, KA Kota hingga bus pariwisata, kepercayaan masyarakat terhadap transportasi massal akan kembali pulih.
“Selama ini, harus diakui tranportasi massal masih jauh dari ideal. Tak nyaman, tak aman, tak tepat waktu. Penumpang hanya membuang-buang waktu di jalanan,” kritik Yosca.
Meski demikian, upaya mewujudkan mimpi Solo bebas macet bakal sulit terwujud tanpa kerja sama dengan pemerintah daerah di sekitarnya. Dalam pembahasan jalur trayek misalnya, Solo harus duduk bersama dengan pemerintah daerah.
“Dalam pembangunan underpass Makam Haji atau fly over Palur adalah contohnya. Solo kan ikut terkena macet. Akibatnya, jalur harus dialihkan semua. Nah, inilah pentingnya penataan lalu lintas terintegrasi,”  jelas Baskoro.

REVITALISASI KAMPUNG BATIK KAUMAN: Jalan Cakra Ditutup Separuh


SOLO–Sepanjang Jl Cakra, Kelurahan Kauman, Pasar Kliwon untuk sementara ditutup separuh jalan. Hal itu mengingat jalan tersebut masih dibangun drainase.
Berdasarkan pantauan, Senin (10/9/2012), para pekerja sedang mengerjakan proses pengerukan tanah dan pembongkaran paving yang terpasang di Jl Cakra RT 004/RW 003, Kauman. Pengerukan tanah sedalam satu meter itu dimaksudkan untuk pembangunan drainase.
Dalam proses pembangunan tersebut, jalan kampung dengan lebar dua meter untuk sementara ditutup separuh. Kendati demikian, penutupan separuh jalan tidak mengganggu aktivitas warga setempat dan pengguna jalan.
“Untuk sementara tidak mengganggu aktivitas warga. Selama proses pembangunan drainase ini, jalan akan diberlakukan sistem buka tutup,” papar warga setempat, Muhammad Soim, saat ditemui Solopos.com di lokasi pembangunan drainase, Senin.
Ditemui terpisah, Lurah Kauman, Totok Mulyoko, menerangkan proses pembangunan drainase dimulai Sabtu (8/9/2012) pagi.
“Pekerja proyek yang sudah ditunjuk meminta izin kepada kami untuk membongkar jalan Cakra,” jelas Totok ditemui di kantornya, Senin.
Totok menjelaskan selama dalam revitalisasi dan pembangunan fisik Kampung Batik Kauman tidak akan mengganggu proses perekonomian. “Semua usaha tetap berjalan seperti biasanya. Mungkin agak terganggu sedikit, tapi tidak terlalu signifikan,” jelas Totok.
Bahan material dalam proyek revitalisasi dan pembangunan, kata Totok, diambil dari kualitas dengan kekuatan cor K300 (cor paling bagus).
“Kami akan terus memantau selama proses pembangunan. Jangan sampai pelaksana proyek bekerja asal-asalan,” tegas Totok.  SOURCE
 

Berita Bisnis

Ayo Jajan.........Solo dan Sekitarnya

Serba Serbi


web counter
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Seputar Kota Solo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger