Headlines News :
Home » » PASAR IR SOEKARNO: Pembangunan Tak Secepat Harapan, Disperindag Akan Panggil Kontraktor

PASAR IR SOEKARNO: Pembangunan Tak Secepat Harapan, Disperindag Akan Panggil Kontraktor

Written By Pria on Senin, Agustus 27 | 06.25


SUKOHARJO – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sukoharjo akan memanggil sejumlah pihak yang berkompeten pada pembangunan Pasar Ir Soekarno Sukoharjo. Karena perkembangan pembangunan pasar dinilai sangat lambat.
“Hingga kini volume pekerjaan yang dicapai kira-kira baru 25 persen dari pekerjaan yang seharusnya dicapai yaitu 35 persen. Progres pembangunan pasar itu memang lambat sekali, karena itu nanti kami akan melakukan rapat evaluasi dengan mengundang rekanan pembangunan yaitu PT Ampuh Sejahtera, panitia proyek, konsulstan perencana dan sebagainya,” ujar Kepala Disperindag Sukoharjo, Sriyono, Senin (27/8/2012).
Selain itu, kata dia, lambatnya pembangunan pasar karena pada Lebaran ini belum seluruh karyawan masuk bekerja. Kondisi ini dinilai kian memperparah pekerjaan yang sebelum Lebaran telah mengalami keterlambatan kira-kira 9 persen.
Sriyono menjelaskan evaluasi tersebut diharapkan akan mampu medeteksi hambatan-hambatan di lapangan dan solusi yang dibutuhkan. Sriyono mengaku, hambatan yang dialami pelaksana proyek selama ini adalah ketersediaan material cor untuk kolom.
Meski terjadi keterlambatan sekitar 10% dari jadwal, Sriyono tetap optimistis proyek Pasar Ir Soekarno yang dianggarkan senilai Rp27 miliar tersebut dapat selesai sesuai jadwal. Pasalnya, jika sampai terlambat risiko yang dihadapi sangat besar dari sisi anggaran. “Dari evaluasi Rabu (29/8/2012) nanti akan diketahui kendala yang dihadapi. Setelah itu rekanan tentu akan melakukan langkah-langkah untuk mengejar ketertinggalan,” ujar dia.
Secara terpisah Wakil Ketua DPRD Sukoharo, Nurdin mengingatkan kontraktor yang menangani pembangunan pasar Ir Soekarno serius mengerjakan proyek yang mernjadi tanggung jawabnya. Dia berharap pemborong bisa mengerjakan dengan baik sehingga bisa rampung sesuai waktu yang dijadwalkan.
Hal itu dikemukakan karena perkembangan pembangunan pasar itu dinilai tidak signifikan. “Kalau nanti tidak rampung sesuai waktu atau molor, kasihan pedagang. Kalau pemborong paling-paling kena denda atau penalti, itu bagi orang mampu tidak masalah. Lha kalau pedagang kecil kan kasihan. Sebab pasar itu kan menjadi sumber mata pencaharian mereka,” terang dia.



Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Seputar Kota Solo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger